JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo resmi membentuk satu bidang kedeputian baru dalam struktur organisasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yakni Deputi Industri Olahraga. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi sektor olahraga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Penambahan kedeputian baru ini diumumkan langsung oleh Menpora Dito seusai melantik 46 pejabat di lingkungan Kemenpora di Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Dalam keterangannya kepada media, Dito menjelaskan bahwa Deputi Industri Olahraga akan berfokus pada pengembangan berbagai cabang olahraga profesional, pariwisata olahraga (sport tourism), hiburan olahraga, hingga industri otomotif.
“Kami tambahkan saat ini Deputi Industri Olahraga, di mana semangat kami adalah agar olahraga-olahraga profesional, wisata, hiburan, dan juga otomotif bisa lebih difokuskan. Kemenpora harus bisa masuk dan mendukung sektor-sektor tersebut dengan lebih serius,” ujar Dito.
Menurutnya, pembentukan Deputi Industri Olahraga dilandasi oleh kebutuhan untuk menjawab potensi besar sektor olahraga sebagai penopang perekonomian nasional.
Dengan struktur baru ini, diharapkan Kemenpora dapat lebih adaptif dalam menjawab tantangan zaman serta mampu menjalin sinergi lintas sektor, termasuk dengan industri swasta dan komunitas olahraga.
Selain Deputi Industri Olahraga, Kemenpora juga menambah struktur Deputi Pelayanan Kepemudaan, sebagai bentuk penguatan pelayanan terhadap generasi muda Indonesia.
Dalam arahannya saat pelantikan para pejabat tinggi madya, pratama, administrator, dan pengawas, Dito menegaskan pentingnya memperkuat efektivitas, efisiensi, serta profesionalisme di tubuh birokrasi Kemenpora.
Ia menyebutkan bahwa pembentukan jabatan baru bukan sekadar soal pembagian birokrasi, tetapi mengandung tanggung jawab besar dan ritme kerja yang baru.
“Jabatan baru ini membawa tantangan yang lebih besar. Artinya, kita harus beradaptasi cepat, membangun kolaborasi tanpa ego sektoral, dan bekerja dengan pendekatan out of the box,” tegas Menpora.
Ia pun menekankan pentingnya pengelolaan anggaran dan administrasi yang sesuai dengan aturan perundang-undangan.
Menurut Dito, hingga saat ini belum ditemukan pelanggaran besar di lingkungan kementeriannya, hanya pelanggaran kecil yang dapat segera diperbaiki.
“Saya bersyukur sejak awal menjabat tidak ada pelanggaran administrasi besar. Namun, tetap harus ditingkatkan agar semua sistem berjalan transparan dan akuntabel,” katanya.
Menpora juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Kemenpora, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia menginstruksikan seluruh deputi untuk proaktif membina dan menyemangati para asisten deputi dan staf di bawahnya.
“Banyak ASN yang semangatnya tinggi. Itu harus dimaksimalkan agar potensi mereka bisa tumbuh dan berdampak nyata,” ujarnya.
Dito menambahkan, penguatan sistem merit menjadi salah satu prioritasnya, dengan berbasis pada integritas dan profesionalisme.
Dengan begitu, seluruh pegawai di Kemenpora memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, sukses, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kementerian maupun bangsa secara keseluruhan.
“Saya ingin sistem merit di Kemenpora diperkuat agar pegawai yang berintegritas dan profesional bisa naik kelas. Harapannya, kementerian ini dapat benar-benar menjadi penggerak utama dalam memajukan generasi muda dan industri olahraga Indonesia,” pungkasnya.
Pembentukan Deputi Industri Olahraga dinilai sebagai langkah strategis di tengah dinamika industri olahraga global yang terus berkembang.
Olahraga tidak lagi hanya soal prestasi atletik, tetapi juga menjadi bagian dari industri hiburan, pariwisata, hingga gaya hidup yang bernilai ekonomi tinggi.
Dengan struktur organisasi yang lebih adaptif, Kemenpora diharapkan mampu menjalin kolaborasi lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, swasta, komunitas olahraga, dan pelaku industri kreatif.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan kontribusi sektor non-migas, termasuk olahraga dan ekonomi kreatif, dalam mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.


