JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Sebanyak delapan tim Sekolah Sepak Bola (SSB) dipastikan melaju ke babak Grand Final Liga Bintang Anak Nusantara (LBAN) 2025.
Partai puncak kompetisi sepak bola usia dini tersebut akan digelar di Lapangan Pordek, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, pada Minggu, 14 September 2025.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum SSB Citra Remaja, Ghozali atau akrab disapa Ali, mengatakan delapan tim terbaik itu berasal dari berbagai daerah di Jabodetabek dan sekitarnya.
Mereka yang lolos adalah Jas Jakarta Timur, Sparta Hitam Depok, Citra Remaja Ungu Depok, Mitra Garuda Bogor, Banteng United Jakarta Utara, FCDC Bogor, serta Persigawa Jakarta Utara.
“Alhamdulillah setelah melalui babak penyisihan sejak Mei 2025 lalu, akhirnya kami mendapatkan delapan tim yang berhak melaju ke babak Grand Final. Pertandingan puncak akan berlangsung pada 14 September mendatang,” ujar Ali kepada wartawan, Kamis (11/9/2025).
Ali menjelaskan, LBAN 2025 diikuti oleh total 36 tim SSB dari berbagai kota, antara lain Depok, Bogor, Jakarta, Karawang, hingga Bandung.
Kompetisi ini dibagi ke dalam dua kelompok umur (KU), yaitu KU-10 dan KU-11, dengan masing-masing kategori diikuti 18 tim. Turnamen berlangsung selama lima bulan dengan sistem kompetisi penuh.
“Turnamen ini kami mulai dari babak penyisihan grup, kemudian berlanjut ke fase gugur, dan sekarang sudah sampai pada babak Grand Final. Kami ingin memberi wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat sepak bola sekaligus berkompetisi secara sehat,” kata Ali.
Lebih lanjut, Ali berharap turnamen ini bisa terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, PSSI, KONI, maupun sponsor swasta.
Menurutnya, LBAN tidak hanya sebatas kompetisi lokal, tetapi memiliki potensi menjadi salah satu ajang pembinaan pemain muda berskala nasional.
“Kalau ada dukungan dari PSSI, KONI, atau sponsor, tentu kami ingin memperluas cakupan kompetisi dengan menambah kategori usia yang lebih beragam,” ucapnya.
Wali Kota Depok, Supian Suri, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan LBAN 2025. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi Kota Depok untuk mencetak bibit-bibit atlet sepak bola potensial yang kelak dapat berkiprah di tingkat nasional.
“Kami di Pemerintah Kota Depok ingin serius dalam pengembangan olahraga prestasi. Untuk itu, kami terus berkoordinasi dengan Askot PSSI Depok dan KONI. Insya Allah, kami akan berusaha semaksimal mungkin menyediakan sarana olahraga dan mendukung event seperti LBAN,” ujar Supian.
Ia menegaskan, turnamen usia dini semacam ini sangat penting dalam mengasah kemampuan teknis sekaligus membangun karakter anak-anak sejak kecil. Selain itu, turnamen juga memberikan pengalaman berkompetisi yang sehat dan sportif.
Senada dengan Wali Kota, Ketua Askot PSSI Depok, Mayadi Rakasiwi, menyambut positif pelaksanaan LBAN.
Ia menilai ajang ini dapat menjadi salah satu program strategis dalam pembinaan pemain muda, khususnya di Kota Depok.
“Turnamen ini adalah bentuk nyata dari proses pembinaan jangka panjang. Prestasi sepak bola selalu dimulai dari usia dini, dan LBAN menjadi contoh ideal dalam menyiapkan generasi muda berbakat,” kata Mayadi.
Mayadi juga menambahkan, PSSI Kota Depok berkomitmen mendukung berbagai turnamen serupa agar semakin banyak anak-anak mendapat kesempatan mengasah kemampuan sepak bola mereka.
Selain delapan tim yang berhasil melaju ke final, puluhan SSB lainnya juga ikut serta dalam turnamen ini sejak babak awal.
Beberapa di antaranya adalah Jakarta Academy Soccer, Marlin Soccer School, Kemayoran FC, Sparta 1979, Setia Junior Depok, BJFC Bojongsari, Indonesia Rajawali 25, Mitra Garuda Soccer School Bogor, Banteng United, MB United FC, Atmajaya Soccer School, Cakar Elang Soccer School, SSB Ireta, Somat Is Bola FC, Rhadik Football Academy, Tunas Muda Forty, Play Pro, B24 HABS FC, Alaska Cikempong 05, Queen United Depok, serta PS Insan PT PAS.
Keikutsertaan puluhan tim ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap turnamen LBAN 2025.
Tidak hanya dari sisi pemain dan pelatih, tetapi juga orang tua yang setia mendampingi anak-anak mereka di setiap pertandingan.
Ali menegaskan bahwa tujuan utama turnamen ini bukan semata-mata mengejar juara, melainkan memberikan pengalaman kompetitif dan wadah pembinaan bagi anak-anak.
“Kami ingin setiap anak bisa mengekspresikan diri, mengasah kemampuan, serta menanamkan nilai sportivitas sejak dini,” tandasnya.
Dengan delapan tim terbaik yang kini siap berlaga di Grand Final, publik pecinta sepak bola usia dini di Depok dan sekitarnya akan disuguhkan pertandingan sengit pada akhir pekan mendatang.


