JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Sorot mata penuh haru dan bangga terpancar dari wajah Adzkia Qonita Rahmi saat naik podium juara di ajang ‘9th Kartini International Championship 2026′.
Di tengah atmosfer kompetisi yang ketat di Stadion Panahan Gelora Bung Karno, Jumat (24/4), ia memastikan diri sebagai yang terbaik di nomor Compound Women.
Prestasi ini terasa istimewa bagi Adzkia. Selain menjadi juara, turnamen tersebut merupakan pengalaman internasional pertamanya. Di tengah sorak penonton, ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
“Senang banget bisa jadi juara. Ini pertandingan internasional pertama saya, dan rasanya luar biasa bisa bawa pulang medali,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Pemanah muda asal Fast Malang Archery Club itu tampil konsisten sejak awal, menyingkirkan 12 pesaingnya. Ia unggul atas Najla Sahira dari Jakarta AC yang finis di posisi kedua, serta Nayyara Ayudia Khansa dari Klub Panahan Payakumbuh di peringkat ketiga.
Didampingi kedua orang tuanya, siswi MAN 2 Kota Malang ini mengungkapkan perjalanan panjangnya di dunia panahan. Ia mulai menekuni olahraga tersebut sejak kelas 3 SD.
“Saya ingin jadi pemanah dan dokter,” katanya mantap.
Kecintaannya pada panahan bukan tanpa alasan. Selain melatih fokus, olahraga ini juga memiliki nilai religius yang ia yakini.
“Panahan itu melatih konsentrasi,” jelasnya.
“Dan ini juga sunah Rasul,” tambah sang ayah.
Dominasi Malaysia di Sektor Putra
Sementara itu, persaingan di nomor Compound Men menghadirkan cerita berbeda. Atlet Malaysia tampil dominan dan sukses menguasai dua posisi teratas.
Muhamad Danish Bin Muhamad Nadzimuddin keluar sebagai juara, diikuti rekan senegaranya Amirul Daniel Mohammad Rosman Tan di posisi kedua. Wakil Indonesia, Farid Salim Sela Nugroho, harus puas di peringkat ketiga.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi tuan rumah, sekaligus pemacu untuk meningkatkan daya saing di level internasional.
Generasi Muda Indonesia Unjuk Gigi
Di balik hasil kategori utama, kabar menggembirakan datang dari sektor usia muda. Indonesia justru menunjukkan dominasi penuh di kategori Under 15.
Di sektor putra, Muhammad Albirunigaza Habibie tampil sebagai juara. Sedangkan di sektor putri, Armynda Kaori Adnansafa tampil impresif dan mengamankan posisi teratas.
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi atlet panahan Indonesia berjalan di jalur yang tepat.
Berikut Hasil Raihan Juara
Compound Men (Utama):
- Muhamad Danish Bin Muhamad Nadzimuddin (Malaysia)
- Amirul Daniel Mohammad Rosman Tan (Malaysia)
- Farid Salim Sela Nugroho (Indonesia)
Compound Women (Utama):
- Adzkia Qonita Rahmi (Indonesia)
- Najla Sahira (Indonesia)
- Nayyara Ayudia Khansa (Indonesia)
Compound U-15 Men:
- Muhammad Albirunigaza Habibie
- Daffa Abinaya Wilarsoputra
- Farrel Aulia Febriano
Compound U-15 Women:
- Armynda Kaori Adnansafa
- Keira Diendra Adam
- Assyaluna Rajwa Basria
Kemenangan Adzkia dan dominasi atlet muda Indonesia memberi harapan baru bagi masa depan panahan nasional. Di tengah ketatnya persaingan internasional, Indonesia masih memiliki stok talenta yang siap bersinar di panggung dunia.


