TOKYO, TERMINALNEWS.ID – Tim Formula 1 Red Bull Racing resmi mendapat peringatan dari Federasi Automotif Internasional (FIA) terkait perilaku pembalap andalannya, Max Verstappen, dalam sebuah insiden konferensi pers di Grand Prix Jepang.
Verstappen tengah mengalami awal musim Formula 1 2026 yang sulit. Pembalap asal Belanda itu hanya finis di posisi keenam pada seri pembuka di Melbourne, kemudian gagal finis (DNF) di China, dan kembali tampil kurang maksimal dengan finis kedelapan di Jepang.
Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada performanya di lintasan. Sebelum sesi balapan dimulai, Verstappen memicu kontroversi saat meminta jurnalis Giles Richards meninggalkan ruang konferensi pers. Ia bahkan menolak menjawab pertanyaan sampai wartawan tersebut keluar dari ruangan.
Keputusan itu dipicu oleh pertanyaan lama yang diajukan Richards pada 2025 di Abu Dhabi, terkait insiden Verstappen dengan George Russell pada Grand Prix Spanyol.
Insiden tersebut kemudian dibahas dalam pertemuan Dewan Penasihat Media F1 yang terdiri dari sejumlah jurnalis senior. Mereka menyampaikan kekhawatiran kepada FIA mengenai cara Red Bull menangani situasi tersebut. Dewan tersebut secara bulat menolak sikap Verstappen.

Berdasarkan laporan GPBlog, FIA pun telah secara resmi menyampaikan teguran kepada Red Bull atas kejadian itu.
Di sisi lain, Richards dikabarkan sempat bertemu dengan kepala komunikasi Red Bull Racing untuk membahas masalah ini. Namun, Verstappen disebut tidak tertarik untuk melakukan pertemuan langsung dengan jurnalis tersebut.
Menanggapi kontroversi itu, Verstappen menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati para jurnalis. Ia mengaku reaksinya muncul karena merasa tidak dihargai saat pertanyaan diajukan.
“Saya sangat menghormati semua orang. Saya sering mendapat banyak pertanyaan, termasuk yang menurut saya kurang relevan, tapi tetap saya jawab. Itu bagian dari Formula 1,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya sudah berulang kali menjelaskan situasi yang dipermasalahkan. Namun, ia merasa tersinggung ketika pertanyaan tersebut kembali diajukan dengan ekspresi yang dianggap tidak menghormati.
“Saat pertanyaan itu diajukan sambil tertawa di depan saya, jelas ada niat buruk. Itu menunjukkan kurangnya rasa hormat,” tegas Verstappen.
Sementara itu, Richards membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan tidak memiliki niat buruk dan hanya bereaksi spontan atas situasi yang terjadi.
“Saya tidak merasa tersenyum mengejek. Saya cukup terkejut dengan reaksi kerasnya, mungkin itu memicu senyum gugup. Tapi saya tidak menganggapnya lucu atau menikmati situasi itu,” jelasnya.


