BerandaBisnisFerry Juliantono: KDKMP Jadi...

Ferry Juliantono: KDKMP Jadi Instrumen Utama Mengubah Arah dan Kebijakan Ekonomi Berbasis Konstitusi

BANDUNG, TERMINALNEWS.ID – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintahan di era Presiden Prabowo bertekad untuk mengembalikan arah kebijakan ekonomi nasional dari sistem ekonomi yang cenderung liberal dan kapitalistik menuju ekonomi konstitusi.

Perjalanan ekonomi nasional yang lebih didominasi oleh sistem pasar bebas secara perlahan akan dikembalikan ke ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dengan membesarkan peran koperasi.

Oleh karena itu Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat kepada Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk memastikan program strategis nasional yaitu 83.000 pembangunan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat berjalan dengan baik dan lancar. Melalui KDKMP, pemerintah ingin menjadikan Koperasi kembali menjadi Soko Guru bagi perekonomian nasional.

“Undang-Undang Dasar 1945 jelas menyatakan perekonomian Indonesia disusun atas asas kekeluargaan dengan koperasi sebagai pilar utama. Para founding fathers ingin agar koperasi ditempatkan dan kembali masuk ke sektor produksi, ke sektor distribusi, ke sektor industri bahkan di sektor perkreditan,” ujar Menkop Ferry dalam kuliah umum kepada Perwira Siswa (Persis) Pendidikan Reguler (Dikreg LV) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI TA 2026 di Bandung, Jumat (17/4).

Baca Juga :   bank bjb Perkuat Sinergi Kolaborasi dengan TNI AD melalui Kerjasama Kredit Ritel
WhatsApp Image 2026 04 17 at 22.57.44
Ferry Juliantono: KDKMP Jadi Instrumen Utama Mengubah Arah dan Kebijakan Ekonomi Berbasis Konstitusi (dok. Humas Kemenkp)

Menkop Ferry menekankan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan instrumen konstitusional untuk mewujudkan kemakmuran rakyat secara bersama-sama. Sejarah mencatat koperasi pernah berperan besar dalam sektor produksi, distribusi, hingga industri.

“Presiden Prabowo menegaskan negara harus hadir kembali mengatur sistem ekonomi,” katanya.

Data dari Kemenkop mencatat bahwa saat ini sebanyak 83.374 KDKMP telah memiliki badan hukum resmi dan saat ini sedang diakselerasi proses pembangunan fisiknya seperti gerai, gudang dan sarana prasarana pendukungnya sebanyak 35 ribu unit. Sementara itu sebanyak 4.200 unit KDKMP telah rampung 100 persen dan siap memasuki tahap operasional.

Dalam proses pembentukan badan hukum hingga pembangunan fisiknya, Menkop Ferry mendapati berbagai tantangan dan masalah mendasar di desa/ kelurahan yaitu ketiadaan listrik, internet, cold storage, hingga fasilitas nelayan.

Baca Juga :   Kalian Farm Kenalkan Pertanian Hidroponik ke TK Islam Bhina Bangsa, Tanamkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini

“Fakta ini menunjukkan pentingnya membangun bangsa dari desa dan pinggiran sebagaimana tertuang di dalam Astra Cita nomor 6 yaitu membangun dari bawah dan dari desa,” ujarnya.

Menkop Ferry juga kembali menegaskan bahwa KDKMP memiliki tiga fungsi utama yaitu distribusi barang kebutuhan pokok, penyerap hasil produksi masyarakat (offtaker) serta penyalur program pemerintah seperti bantuan sosial dan pangan.

Guna mendukung percepatan operasionalisasi KDKMP tersebut, Kemenkop telah merekrut tenaga pendamping PMO (Project Management Officer) dan juga Business Assistant (BA) yang ditempatkan di Dinas Koperasi di daerah serta KDKMP. Bahkan pemerintah juga membuka kesempatan kerja sebanyak 30.000 orang yang akan ditempatkan di KDKMP.

Ia menjelaskan bahwa dibukanya kesempatan kerja di KDKMP dengan posisi sebagai manajer tersebut diperlukan karena di desa/kelurahan masih terkendala dengan SDM unggul untuk mendukung operasionalisasinya. Kehadiran mereka diharapkan upaya percepatan operasionalisasi KDKMP dengan tetap mengedepankan aspek bisnis yang berkelanjutan dapat diwujudkan.

Baca Juga :   LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Inkubator, Siapkan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) Jadi Prioritas 2026

“Beberapa hari lalu kami bersama dengan Menko Pangan (Zulkifli Hasan) mengumumkan untuk merekrut 30 ribu sarjana untuk menjadi manager koperasi sebagai bagaian yang tidak terpisahkan dalam tahapan operasional yang menjadi tahapan penting dan menentukan,” katanya.

Sementara itu Komandan Sesko TNI Marsdya Arif Widianto menilai dengan diselenggarakannya kuliah umum kepada 124 Persis tersebut diharapkan dapat memberi inspirasi strategis dan bekal pengetahuan bagi para perwira siswa sebelum terjun mengabdi kepada masyarakat dan negara.

Menurutnya, kebijakan ekonomi kerakyatan berkaitan erat dengan ketahanan nasional sehingga dasar-dasar pengetahuan perlu disosialisasikan. Ia juga menekankan pentingnya para Persis untuk benar-benar memahami pentingnya kedaulatan ekonomi dikaitkan dengan upaya menjaga stabilitas negara.

“Kami berharap pencerahan ini memperluas cakrawala berpikir para siswa. Berbekal akademik ini diharapkan menjadi modal bagi perwira siswa untuk mengabdi di masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan,” katanya.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

TUJUH KEUNGGULAN LIBURAN BERSAMA MITSUBISHI XFORCE

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Dalam masa rehat sekolah saat ini, tentunya berlibur...

Farida Farichah Tekankan Pentingnya Transformasi Digital Dalam Tata Kelola Koperasi

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, menegaskan agar...

Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Dorong Pemberitaan Akurat dan Tangkal Hoaks

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Penerangan Kodam Jaya (Pendam Jaya) menggelar silaturahmi bersama...

26 Tahun Kolonel Pundjung di Lingkungan TNI AL: Pengabdian Kepada Bangsa Dapat Ditempuh Melalui Berbagai Jalan

Kolonel Pundjung Buktikan Wartawan Bisa Jadi Perwira Tangguh Tepat pada 24 Juni...

- A word from our sponsors -

spot_img