Laporan wartawan Terminalnews.co/Farhan Hernawan
BANDUNG, TERMINALNEWS.ID – Upaya memperkuat soliditas organisasi terus dilakukan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bandung melalui forum silaturahmi yang dikemas dalam dialog strategis penuh makna.
Kegiatan ini tak sekadar menjadi ajang temu kangen antaradvokat, tetapi juga ruang refleksi untuk menegaskan kembali arah dan kekuatan organisasi di tengah dinamika profesi hukum yang kian kompleks.
Hadir dalam forum tersebut Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Peradi, H. Yovie Megananda Santosa, S.H., M.Si. Kehadirannya disambut hangat oleh para advokat Bandung dalam suasana yang cair namun tetap sarat dengan nuansa profesional.
Dalam arahannya, Yovie menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki nilai strategis bagi organisasi. Ia menyebut, konsolidasi internal menjadi kunci utama untuk menjaga eksistensi dan kredibilitas advokat di mata publik.
Menurutnya, profesi advokat tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab moral yang tinggi.
“Advokat adalah officium nobile—profesi yang terhormat. Karena itu, integritas dan independensi bukan pilihan, melainkan keharusan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan hukum semata tidak cukup. Etika dan moral harus berjalan beriringan agar kepercayaan masyarakat terhadap profesi advokat tetap terjaga.
Dalam forum tersebut, isu persatuan menjadi sorotan utama. Yovie secara terbuka mengakui bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi adalah hal yang wajar.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa perbedaan tidak boleh menjadi pemecah.
“Dinamika itu biasa. Tapi persatuan adalah kekuatan utama kita. Di atas semua perbedaan, kita tetap satu dalam visi dan tujuan di bawah payung PERADI,” ujarnya.
Pesan ini menjadi penekanan penting di tengah tantangan organisasi profesi yang sering dihadapkan pada berbagai kepentingan dan sudut pandang.
Menutup arahannya, Yovie mengajak seluruh advokat, khususnya di Bandung, untuk terus menjaga kehormatan profesi dalam setiap praktik hukum yang dijalankan.
Ia berharap advokat tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga nilai keadilan di tengah masyarakat.
“Pengabdian ini bukan sekadar pekerjaan, tapi amanah. Jalankan dengan dedikasi dan profesionalisme,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan dokumentasi bersama, yang menjadi simbol komitmen kolektif untuk membawa organisasi ke arah yang lebih solid, matang, dan bermartabat.


